Saya suka buku. Kadang kalau berjalan ke sebuah toko buku, saya senang berlama-lama di sana. Bahkan untuk sekadar melihat-lihat. Ya, memang aneh, namun itulah saya, hehehe. Buku itu jendela dunia. Itu kata pepatah, atau kata siapa, saya kurang tahu. yang jelas, buku menambah wawasan kita. Membaca buku berarti seseorang bersedia untuk ditambah ilmunya, bersedia untuk didoktrin, ya barangkali.

Anda penikmat buku? Sampai disebut kutu buku? Kalau saya sih tidak juga begitu. Saya suka buku karena memang suka bacaan, walau kadang satu buku yang saya beli tidak tuntas saya baca, eh saya belu lagi buku yang lain. Sekadar memanjakan diri, seperi ibu-ibu hamil yang sedang ngidang. Hmmm, begitu barangkali.

Dalam hal menulis, buku berperan besar dalam menciptakan sebuah tulisan. Coba lihat dan cermati sebuah buku yang pernah Anda baca. Di sana akan kita temukan banyak referensi dari penulisnya. Kita bisa melihatnya dari daftar buku yang tertuang dalam Daftar Pustaka.Apakah begitu repot seorang penulis dalam menuliskan bukunya sampai harus rela membuka dan membaca banyak buku? Menjawab ini tentu tidak adil bila tidak dijawab oleh penulisnya sendiri sebab menulis bagi banyak orang begitu sulit, namun bagi sebagian yang lain gampang. Anda mengalaminya?

Bagi saya, melihat buku saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi jiwa. Sekadar melihat suka mengenakkan rasa. Apatah lagi kalau bisa menulis buku sendiri. Waduh, bagaimana rasanya ya? Hmmm, patut dicoba agar bisa dirasakan.

Saya begitu berterima kasih kepada beberapa orang yang sudi memberikan saya buku secara gratis. Itu berarti saya menjadi lebih kaya dengan harta buku yang saya miliki.

Beberapa waktu lalu, seorang pemuda (eh, saya juga masih muda loh :-) ) menemui saya di salah satu masjid di Makassar (ketika saya mudik). Pemuda itu bertanya kepada saya perihal pengetahuan saya tentang seorang sahabat Rasulullah, yakni Abu Bakar rhadiyallahu anhu. Saya jawab apa yang saya tahu dari beliau, walau mungkin jawabannya kurang memuaskan. Namun, alangkah senangnya ketika dalam kesempatan yang lain, pemuda tersebut tiba-tiba menghadiahkan saya sebuah buku tentang sahabat nabi tersebut. Wah, ternyata saya sudah diincar :-)

Bagaimana Anda menilai sebuah buku? Saya bertanya bukan dalam konteks isi, namun lebih pada kegigihan penulis buku dalam menuangkan ide-idenya menjadi buku. saya percaya, Anda takjub. Secara pribadi, saya bahkan sangat ingin menulis buku, dan hal itu sedang berproses. Semoga bisa selesai dan dicetak. Wah, itu mimpi saya yang sudah lama ingin diwujudkan.

Saya dan Buku, bagai seorang suami dan istri idaman (kedua, hahaha). Ah, lebay. Bagaimana dengan Anda? Anda suka buku? Ya, semoga.


Terima kasih atas kunjungan sahabat. Saya doakan agar Anda yang membaca tulisan saya ini diberikan kebaikan yang banyak dari Allah.
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!