Menulis
artikel? Mudah. Semudah membalik telapak tangan. Ya, syarat dan ketentuan pasti
berlaku. Itu mutlak sebab berkarya butuh “modal”, modal yang banyak. Ingin jadi
apa kita ke depan, semua dimulai hari ini, saat ini, saat kita membuka mata,
melihat dunia. Termasuk ingin menulis apa kita hari ini? Begitu kehidupan ini
berposes dari satu titik ke titik yang lain hingga terangkai dalam deretan kata
dan kalimat yang padu menjadi maha karya yang menyegarkan kehidupan.
Anda goblok? Seberapa goblok? Sangat goblok? Namun saya tetap ragu, saya yakin anda bisa melakukan sesuatu yang terbaik, sumbangan positif bagi kehidupan yang anda jalani. Positif bagi kehidupan sendiri, keluarga, sahabat, dan lingkungan. Positif bagi bangsa, negara, bahkan agama. Ya, saya yakin itu, sebab orang idiot pun dapat berkontribusi besar bagi kehidupan mereka dan orang-orang terkasih di sekitarnya.
Orang
lahir di dunia punya potensi. Potensi untuk berhasil namanya. Potensi untuk
menyalurkan sebanyak mungkin unsur-unsur baik dalam dirinya. Anak kecil, dari
sejak bayi hingga berjuang untuk mampu berjalan dan berlari mengejar mimpi,
mereka bisa berdiri gagah menantang kehidupan yang tidak ramah. Namun, mereka
tetap eksis, mereka memiliki eksistensi bahwa mereka bisa hidup dalam keadaan
apapun, bagaimana pun , dan di manapun. Sebab, mereka telah dijamin
kehidupannya oleh Tuhan, Allah yang Maha Menjaga ciptaan-Nya. Dan dengan modal
itulah mereka menyalurkan potensi pada pos-pos kehidupan yang membahagiakan
yang kemudian disebut keberhasilan
Terkait
itu semua, saya ingin meloncat ke satu sisi kehidupan manusia perihal
keberanian. Keberanian untuk berkarya sebab mereka memiliki skill itu. Saya
percaya bahkan yakin, setiap manusia memiliki mutiara dalam dirinya. Yang
dengannya ia bisa memberi sebanyak-banyaknya bagi kehidupan orang-orang yang
dicintainya. Sebut saja menulis, menulis tentang kehidupan mereka. Anda bisa
menulis? Mari kita ulas.
Menulis
merupakan salah satu dari beberapa kemampuan cipta manusia yang dianugerahkan
oleh Tuhan. Dengan menulis, orang yang gagah berani, berkemauan keras, serta
berkehidupan yang gigih mampu menciptakan sejarah. Sejarah dalam kehidupannya dan
kehidupan bangsanya. Berapa banyak orang yang telah menciptakan sejarah hanya
dari sepuluh jari tangan yang mereka miliki? Banyak, banyak sekali.
Bila
kita yakini itu, semestinya dalam menulis hal-hal sederhana seperti artikel pun
kita mampu melakukannya. Sebab hal yang lebih menggugah dari itu telah mampu
digagas oleh para pendahulu kehidupan ini. Lalu bagaimana memulainya? Mudah,
miliki ide, ambil kertas kemudian tulis. Tuntaskan. Jangan sisakan syak
wasangka dalam jiwa dan pikiran, salurkan semuanya. Pada titik jenuh, kita akan
sampai pada koma, titik dan tanda baca sesungguhnya. Selesai. Begitulah
menulis, menulis demikian sederhana.
Dari
cara yang sedikit njlimet itu, manusia bisa berkarya dengan tangan mungil
mereka. Tangan yang dengannya mereka bisa menciptakan mimpi menjadi kenyataan.
Tangan yang melahirkan karya bukan sekadar angan-angan.
Ya,
barangkali saya terlalu jauh melangkah dalam kata dan kalimat yang Anda baca
ini. Tapi jangan keliru, dengan itulah saya mampu membuat anda terus membaca
hingga sampai pada akhir alinea ini. Mengapa, sebab hal itu pula yang mendorong
saya untuk mengatakan bahwa menulis artikel itu mudah, semudah bercerita. Dan
sadarkan anda bahwa sesungguhnya saya sedang menggiring pikiran anda dalam
sebuah cerita yang saya buat dalam tulisan ini? Bila tidak, maka bangunlah
karena kita telah sampai di ujung alinea.
Ini
artikel sederhana. Ditulis dengan mengalir, melalui cara goblok orang yang
goblok. Jadi, untuk menulis seperti ini kita hanya butuh keberanian untuk
memulai, dan pada akhirnya tuntaslah apa yang ingin saya sampaikan yakni
menulis artikel (yang sederhana) dapat dilakukan dengan gaya bercerita. Masih
belum yakin? Cepat bangunlah karena cerita saya telah berakhir dan artikel
inilah hasilnya. Mudah, bukan?



